ONLINEBerita terkini. Ringkas. Relevan.
Portal RedaksiTerkini, Akurat, dan Terpercaya
BREAKING
Pelindo Dumai Jadikan Sumpah Pemuda sebagai Momentum Memperkuat Sinergi dan KolaborasiJangan Biarkan Warga Jadi Penonton, Publik Desak Prioritas Tenaga Kerja Lokal di DumaiBatin Sukarto Buka Suara: Miras, Judi, dan Narkoba Bukan Sekadar Masalah Pribadi, tetapi Ancaman SosialPelindo Dumai Sosialisasikan Mekanisme Baru Penerbitan Nota Layanan kepada Pengguna JasaDugaan Peredaran Sabu di Ruang Publik Dumai Terungkap, Polisi Amankan 26,43 Gram Barang BuktiAncaman Gangguan Peralatan Elektronik Dikhawatirkan, Warga Desak PLN Evaluasi Jaringan ListrikJalan Menyempit, Lubang Menganga: Keselamatan Pengendara di Soekarno-Hatta Dumai TerancamDugaan Pencurian Hasil Kebun hingga Gangguan Kamtibmas, Tokoh Adat Titi Akar Minta Penanganan SeriusBukan Sekadar Bisa Beracara, DePA-RI Tekankan Pembentukan Karakter Calon AdvokatKetum DePA-RI: A. Kamil Razak Bukan Sekadar Tokoh, tetapi Guru dan Pejuang Keadilan

Batin Sukarto Buka Suara: Miras, Judi, dan Narkoba Bukan Sekadar Masalah Pribadi, tetapi Ancaman Sosial

Batin Sukarto Buka Suara: Miras, Judi, dan Narkoba Bukan Sekadar Masalah Pribadi, tetapi Ancaman Sosial
Ketua Hulu Balang Suku Akit Hatas, Batin Sukarto bin Batin Anyang

PORTALREDAKSI.COM, BENGKALIS — Ketua Hulu Balang Suku Akit Hatas, Batin Sukarto bin Batin Anyang, mengajak seluruh masyarakat adat Suku Akit Hatas di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, untuk bersama-sama menjauhi minuman keras (miras), perjudian, dan narkoba. Ketiga hal tersebut dinilai berpotensi merusak keharmonisan rumah tangga, mengancam ketahanan ekonomi keluarga, serta menghancurkan masa depan generasi muda.

Ajakan tersebut disampaikan melalui rilis resminya, Selasa (27/10/2026). Batin Sukarto menegaskan bahwa upaya mencegah penyalahgunaan miras, praktik perjudian, dan peredaran narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga memerlukan kepedulian keluarga dan seluruh elemen masyarakat adat.

Menurutnya, ketiga persoalan tersebut dapat menimbulkan dampak berantai apabila tidak diantisipasi sejak dini, mulai dari konflik dalam rumah tangga, hilangnya penghasilan keluarga, hingga rusaknya masa depan anak-anak dan generasi penerus.

Ia menilai, menjaga keharmonisan masyarakat harus dimulai dari lingkungan keluarga. Nilai-nilai adat yang menjunjung tinggi kehormatan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terjerumus dalam perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Miras, Judi, dan Narkoba Jadi Ancaman Keluarga

Batin Sukarto menjelaskan, konsumsi minuman keras secara berlebihan dapat mengganggu kesadaran dan pengendalian diri seseorang. Kondisi tersebut berpotensi memicu pertengkaran, tindakan yang merugikan orang lain, serta persoalan kesehatan yang berdampak pada kehidupan keluarga.

“Orang yang tidak bisa menjaga kesadarannya, sulit menjaga kehormatan keluarganya,” demikian pesan yang disampaikannya.

Selain miras, perjudian juga menjadi perhatian serius karena berpotensi menguras penghasilan rumah tangga. Uang yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, pendidikan anak, dan keperluan keluarga dapat habis akibat mengejar keuntungan yang tidak pasti.

Batin Sukarto mengingatkan bahwa kesejahteraan keluarga seharusnya dibangun melalui kerja keras dan penghasilan yang diperoleh secara sah, bukan dengan mempertaruhkan harta dalam perjudian.

“Uang judi datang sekejap, hilang lebih cepat. Uang kerja keras lambat datang, tetapi menetap dan memberkahi keluarga,” pesannya.

Sementara itu, narkoba disebut sebagai ancaman serius bagi generasi muda. Selain berisiko merusak kesehatan dan kehidupan sosial, penyalahgunaan narkotika juga dapat membawa seseorang berhadapan dengan persoalan hukum.

Menurutnya, generasi muda perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan agar tidak terjerumus dalam lingkungan yang dapat menghambat pendidikan, pekerjaan, maupun masa depan mereka.

“Tidak ada pemenang dalam narkoba. Semua yang ikut, pada akhirnya kalah, kalah masa depan, kalah kehormatan, dan kalah keluarga,” tegasnya.

Perkuat Nilai Adat dan Kepedulian Sosial

Dalam pesannya kepada masyarakat, Batin Sukarto menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai adat Suku Akit Hatas sebagai landasan kehidupan bersama. Ia mengingatkan bahwa kejernihan berpikir, pengelolaan harta secara bertanggung jawab, dan kehormatan generasi penerus merupakan hal penting yang harus dijaga.

Ia menegaskan, imbauan tersebut bukan bertujuan menghakimi individu tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan keluarga dan masa depan masyarakat adat.

“Saya tidak berdiri di sini untuk menghakimi siapa pun. Saya berdiri karena melihat anak-anak kita, istri kita, dan masa depan kita sedang dipertaruhkan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan saling mengingatkan apabila menemukan anggota keluarga, tetangga, atau generasi muda yang mulai terjerumus dalam perilaku berisiko.

Menurutnya, kepedulian sosial harus diwujudkan melalui dukungan, pendampingan, dan upaya bersama untuk membantu sesama kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.

“Saling mengingatkan itu bukan musuh. Itu kasih sayang sesama warga adat. Jika ada tetangga yang mulai tergelincir, kita tarik tangannya, bukan kita tinggalkan. Jika ada anak yang tergoda, kita pegang erat-erat, bukan kita biarkan hanyut,” tuturnya.

Orang Tua dan Pemuda Diminta Ambil Peran

Untuk mewujudkan lingkungan masyarakat yang aman dan harmonis, Batin Sukarto mengajak para orang tua menjadi teladan bagi anak-anak, memberikan pengawasan yang wajar, serta membangun komunikasi terbuka mengenai bahaya miras, perjudian, dan narkoba.

Kepada kalangan pemuda dan pemudi, ia berpesan agar memilih pergaulan yang positif, mengembangkan potensi diri, serta berani menolak ajakan yang dapat merugikan masa depan.

Sementara itu, para kepala keluarga diingatkan untuk memprioritaskan kebutuhan rumah tangga dan tidak mengorbankan kesejahteraan istri maupun anak demi kesenangan sesaat.

Ia juga meminta seluruh warga untuk terus menjaga solidaritas, saling membantu, dan tidak bersikap acuh terhadap persoalan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.

Batin Sukarto berharap imbauan tersebut dapat menjadi pengingat bersama bahwa menjaga keluarga dan generasi penerus merupakan bagian penting dari tanggung jawab sosial serta pelestarian nilai-nilai adat.

“Jauhi tiga perusak, selamatkan keluarga tercinta kita,” pesannya.

Ia menegaskan, masa depan masyarakat Suku Akit Hatas harus dibangun melalui kehidupan yang sehat, kerja keras, kepedulian, serta penghormatan terhadap nilai-nilai adat.

Dengan dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga, ia berharap masyarakat dapat terus menjaga kedamaian kampung sekaligus mempersiapkan generasi penerus yang lebih baik, bertanggung jawab, dan bermartabat. (*)